Go to Top Go to Bottom

Malam Malam Terakhir

Tak terasa sebentar lagi kita akan berpisah

tak terasa pula air mata ini menetes

setetes… dua tetes … tiga tetes

melantunkan untaian kata di setiap surat cintamu

mata inipun tak mampu lagi membendung

ketakutan kadang menghinggapi hati ini

masihkah bisa

masihkah bisa

hati ini hanya mampu berharap

berharap sang waktu berjalan dengan lambat

sadar diri teringat masa lalu

yang selalu lupa akan kewajiban

yang selalu menunda menunaikan

yang sering alpha akan suatu nikmat

saat malam yang hening

ingin sekali kuberdua denganmu

mengadu keluh kesahku hari ini

menelepon ke nomermu

dan bertanya apakah cukup setiap langkah yang kuperbuat

merindukan suara panggilanmu

suara yang mengharapkan keikhlasan

rindu hati ini akan senyummu

senyum bahagia bertemu denganmu kelak

seperti terlihat di mimpi yang kau berikan

senyuman dengan cahaya putih disekitar

saat sang bulan masih menampakkan cahayanya

saat cahaya fajar belum menghangatkan bumi

ijinkan hati ini secara ikhlas

memohon dan memohon

hanya itu yang bisa kuperbuat

mungkinkah ini suatu perpisahan

atau takdir yang memisahkan

wallahualam bissawab

, , , ,
August 30th, 2010 | Bukan Puisi, Islam, syair | 1 Comment  | Trackback

Tutur Bersimpangan

tutur bersimpangan

saat ku lihat wajah itu

tampak tak ada rasa sesal sedikitpun

bahkan seakan semuanya hanya di tutur kata

dulu sering kali kudengar

tidak hanya sekali

bahkan berkali kali

atau aku yang salah dengar

sampai kata itu merasuk ke dalam pikiranku

bahkan sempat kukagumi keyakinanmu itu

keyakinan akan fitrah dan arti suci

sentuhan halal atau haramkah

tapi sekarang berkata lain

perkataan yang sering kau agungkan itu

semua tak berarti

bahkan di hadapan banyak orang

kau tampak ceria

tak sering lesung pipit itu keluar

entah senang atau terpaksa

atau merasa takut dibilang jaim kalo menolak

tapi entahlah

mungkin pikiranku yang naif

semoga ….

hanya robbul izzati amma ya sifun yang Maha Tahu

Untaian Janji

Sekilas Ku tuliskan

apa yang pernah kulafadzkan

janji terhadap kholbu

dalam setitik asa di dalam diri

semoga tidak ada prasangka

amarah ataupun dendam

ataupun dianggap bersikap egois

bukan maksud diri ini menolak

tatkala kau ulurkan tangan

hanya kedua tangan ini hanya mampu tersingkap

sembari tersenyum

di malam itu

mungkin semua orang akan menjamah

dan menyalami satu demi satu

namun tangan ini tak sanggup

walaupun di depan mata

tak sanggup bila menyentuh sesuatu yang diharamkan

apalagi yang kuanggap sesuatu yang suci

seorang insan yang kupandang menutupi auratnya

yang menginginkan dipandang kesuciannya

dahulu ingin sekali rasanya

menyentuh tangan yang suci itu..

namun.. diri ini tersadar

hamba hanyalah manusia

yang takut akan dosa

menyentuh pada seorang yang bukan muhrimnya

maaf.. semoga Allah swt memberikan rahmah

kepadamu…

kepadaku…

pada orang orang mukhlis yang mengharap ridhoNya

Ya Rabbi maafkan atas segala keyakinanku ini

tunjukkan suatu jalan yang mustaqim dalam genggaman Ridhomu

Hadith of the Day

Prophet Muhammad (sal Allahu alaihi wa sallam) said: “Keep yourselves away from non-mahram women.” One companion asked: “O Rasul Allah, tell me, can the husband’s brother mix freely with his sister-in-law.” Prophet Muhammad (sal Allahu alaihi wa sallam) replied, “He is like death for a woman.” [Sahih Bukhari]
, , , , ,
August 23rd, 2010 | Islam | 0 Comment  | Trackback

About Love

“Love is a temporary madness. It erupts like an earthquake and then subsides. And when it subsides you have to make a decision. You have to work out whether your roots have become so entwined together that it is inconceivable that you should ever part. Because this is what love is. Love is not breathlessness, it is not excitement, it is not the promulgation of promises of eternal passion. That is just being “in love” which any of us can convince ourselves we are. Love itself is what is left over when being in love has burned away, and this is both an art and a fortunate accident. Your mother and I had it, we had roots that grew towards each other underground, and when all the pretty blossom had fallen from our branches we found that we were one tree and not two.” -St. Augustine

, ,
July 15th, 2010 | Bukan Puisi | 0 Comment  | Trackback

satu janji

pikiran melayang tatkala menatap jam

tak terasa… 2 jam kulalui

dalam hening

tidurku

teringat kata yang ku kirim

membangunkan seiring bersama waktu

tapi terlewat begitu saja

maaf

, , , , ,
July 14th, 2010 | Bukan Puisi | 0 Comment  | Trackback

Inikah Cara Kau Mendekatkanku Pada-MU

langit malam bertabur bintang

tapi tak tau sampai kapankah ku bisa melihatnya

tahun depankah ?

bulan depankah?

hari esokkah ?

atau selepas malam ini

manusia tak berhenti berharap

dengan harapan,

pasti ada suatu asa yang dapat diwujudkan

yaa rabb, yaa aziz

inikah cara MU menguji manusia

antara iman atau kesabaran

otak yang merintih sakit tiap malam

tiap hari, walau kadang2 tak terasa

jika ini kehendak dariMu…

aku ikhlas menerimanya

subhanallah,

maha suci engkau ya Allah

tiada tuhan yang patut disembah

hanya kepada-MU lah aku memohon,

pada-MU lah aku meminta pertolongan

pada-Mu lah ku berserah diri

ijinkan diri ini

tetap istiqomah di jalan MU

NB : thanks for G , you warning and teach me about mean of life :)

Sang Pejuang

apa arti kata pejuang bagimu ?

pahlawankah ? atau super hero kah ?

sang pejuang …

acap kali kata itu didengar

namun tak tau apa arti kata sang pejuang

seorang bela negarakah ?

seorang fisabilillahkah ?

bahkan seorang pejuang sekalipun tidak mau dipanggil pejuang

apa yang diperjuangkan kini

asa …

harapan …

keinginan…

namun semua hampa

bahkan berpaling muka darimu

tak tau arah dan tujuan

masa depan yang remang remang

dan tak jelas

oleh suatu keadaan

keadaan antara dua pilihan

mau kah kau menerima julukan itu

jelas aku tak mau

aku malu bahkan

pujian itu bukan tuk manusia

tapi …

sang al aziz lah yang berhak mendapatkannya

Kiarra Guzel Kiz

Sungguh hati ingin mengucap…

assalam yaa guzel kiz

sebuah kiasan makna

nama nan kubuatkan untukmu

sebuah nama yang kuungkapkan

kuberikan simponi di dalamnya

ku lantunkan asma yang aneh dan tidak wajar

walau kau tak tau artinya

tapi ku tau

aneh…

kata itu yang selalu kau ucap

memang aku aneh

tapi bukan aneh yang kau kira

sebuah rahasia yang tak mungkin kau pahami

rahasia dimana hanya aku dan sang kholiq yang tau

dimana permintaan hati ini

selalu menyanjung namamu

itulah mengapa

kau tak tau sampai saat ini

kiarra …

entah otak pikiran ini sudah rusak

ataukah hati ini yang telah mati

selagi nafas masih diberikan

selagi waktu yang masih tersisa

ijinkan diri ini

selalu menyambut akan kedatanganmu

walaupun cuman sebatas semenit dua menit

sepatah dua patah kata

se elok elok bidadari syurga

lebih elok senyuman yang kau berikan

secantik cantik dewi aphrodite

lebih cantik ungkapan hati yang kau berikan

hati berdegup ketika mendengar suaramu

jantung berhenti tatkala terbesit nama dipikiran

nafas tak dapat lagi kuatur ritme iramanya

wahai kiarra guzel kiz

jangan kau bunuh hati ini

dengan senjata yang sekali ucap

senjata yang lebih berbahaya dari meriam

senjata yang lebih dahsyat dari rudal atom nuklir sekalipun

senjata yang kau punya yang tak dimiliki oleh siapapun

suatu senjata yang kau namai S.E.N.Y.U.M.A.N

Senyum Persimpangan jalan

Senyum itu…

manis dan membuai jiwa

balut jilbab semakin mempercantik senyum itu

aku tau semua hanya ilusi

ilusi yang tak kan pernah kuraih

tapi dengan melihat senyuman itu

tak pernah kupikir

kenapa takdir mempertemukan

qodo dan qodar berbicara

tapi kenapa semuanya begitu fana di depan mata

semua bagaikan khayalan yang tak berujung

dekat tapi tak dapat diraih

dalam hati tersenyum

satu yang dapat tersirat

senyum yang tak dapat dilupakan oleh waktu