Malam Malam Terakhir
Tak terasa sebentar lagi kita akan berpisah
tak terasa pula air mata ini menetes
setetes… dua tetes … tiga tetes
melantunkan untaian kata di setiap surat cintamu
mata inipun tak mampu lagi membendung
ketakutan kadang menghinggapi hati ini
masihkah bisa
masihkah bisa
hati ini hanya mampu berharap
berharap sang waktu berjalan dengan lambat
sadar diri teringat masa lalu
yang selalu lupa akan kewajiban
yang selalu menunda menunaikan
yang sering alpha akan suatu nikmat
saat malam yang hening
ingin sekali kuberdua denganmu
mengadu keluh kesahku hari ini
menelepon ke nomermu
dan bertanya apakah cukup setiap langkah yang kuperbuat
merindukan suara panggilanmu
suara yang mengharapkan keikhlasan
rindu hati ini akan senyummu
senyum bahagia bertemu denganmu kelak
seperti terlihat di mimpi yang kau berikan
senyuman dengan cahaya putih disekitar
saat sang bulan masih menampakkan cahayanya
saat cahaya fajar belum menghangatkan bumi
ijinkan hati ini secara ikhlas
memohon dan memohon
hanya itu yang bisa kuperbuat
mungkinkah ini suatu perpisahan
atau takdir yang memisahkan
wallahualam bissawab
Tutur Bersimpangan
tutur bersimpangan
saat ku lihat wajah itu
tampak tak ada rasa sesal sedikitpun
bahkan seakan semuanya hanya di tutur kata
dulu sering kali kudengar
tidak hanya sekali
bahkan berkali kali
atau aku yang salah dengar
sampai kata itu merasuk ke dalam pikiranku
bahkan sempat kukagumi keyakinanmu itu
keyakinan akan fitrah dan arti suci
sentuhan halal atau haramkah
tapi sekarang berkata lain
perkataan yang sering kau agungkan itu
semua tak berarti
bahkan di hadapan banyak orang
kau tampak ceria
tak sering lesung pipit itu keluar
entah senang atau terpaksa
atau merasa takut dibilang jaim kalo menolak
tapi entahlah
mungkin pikiranku yang naif
semoga ….
hanya robbul izzati amma ya sifun yang Maha Tahu
Untaian Janji
Sekilas Ku tuliskan
apa yang pernah kulafadzkan
janji terhadap kholbu
dalam setitik asa di dalam diri
semoga tidak ada prasangka
amarah ataupun dendam
ataupun dianggap bersikap egois
bukan maksud diri ini menolak
tatkala kau ulurkan tangan
hanya kedua tangan ini hanya mampu tersingkap
sembari tersenyum
di malam itu
mungkin semua orang akan menjamah
dan menyalami satu demi satu
namun tangan ini tak sanggup
walaupun di depan mata
tak sanggup bila menyentuh sesuatu yang diharamkan
apalagi yang kuanggap sesuatu yang suci
seorang insan yang kupandang menutupi auratnya
yang menginginkan dipandang kesuciannya
dahulu ingin sekali rasanya
menyentuh tangan yang suci itu..
namun.. diri ini tersadar
hamba hanyalah manusia
yang takut akan dosa
menyentuh pada seorang yang bukan muhrimnya
maaf.. semoga Allah swt memberikan rahmah
kepadamu…
kepadaku…
pada orang orang mukhlis yang mengharap ridhoNya
Ya Rabbi maafkan atas segala keyakinanku ini
tunjukkan suatu jalan yang mustaqim dalam genggaman Ridhomu
Hadith of the Day
Prophet Muhammad (sal Allahu alaihi wa sallam) said: “Keep yourselves away from non-mahram women.” One companion asked: “O Rasul Allah, tell me, can the husband’s brother mix freely with his sister-in-law.” Prophet Muhammad (sal Allahu alaihi wa sallam) replied, “He is like death for a woman.” [Sahih Bukhari]
About Love
“Love is a temporary madness. It erupts like an earthquake and then subsides. And when it subsides you have to make a decision. You have to work out whether your roots have become so entwined together that it is inconceivable that you should ever part. Because this is what love is. Love is not breathlessness, it is not excitement, it is not the promulgation of promises of eternal passion. That is just being “in love” which any of us can convince ourselves we are. Love itself is what is left over when being in love has burned away, and this is both an art and a fortunate accident. Your mother and I had it, we had roots that grew towards each other underground, and when all the pretty blossom had fallen from our branches we found that we were one tree and not two.” -St. Augustine
Inikah Cara Kau Mendekatkanku Pada-MU
langit malam bertabur bintang
tapi tak tau sampai kapankah ku bisa melihatnya
tahun depankah ?
bulan depankah?
hari esokkah ?
atau selepas malam ini
manusia tak berhenti berharap
dengan harapan,
pasti ada suatu asa yang dapat diwujudkan
yaa rabb, yaa aziz
inikah cara MU menguji manusia
antara iman atau kesabaran
otak yang merintih sakit tiap malam
tiap hari, walau kadang2 tak terasa
jika ini kehendak dariMu…
aku ikhlas menerimanya
subhanallah,
maha suci engkau ya Allah
tiada tuhan yang patut disembah
hanya kepada-MU lah aku memohon,
pada-MU lah aku meminta pertolongan
pada-Mu lah ku berserah diri
ijinkan diri ini
tetap istiqomah di jalan MU
NB : thanks for G , you warning and teach me about mean of life
Sang Pejuang
apa arti kata pejuang bagimu ?
pahlawankah ? atau super hero kah ?
sang pejuang …
acap kali kata itu didengar
namun tak tau apa arti kata sang pejuang
seorang bela negarakah ?
seorang fisabilillahkah ?
bahkan seorang pejuang sekalipun tidak mau dipanggil pejuang
apa yang diperjuangkan kini
asa …
harapan …
keinginan…
namun semua hampa
bahkan berpaling muka darimu
tak tau arah dan tujuan
masa depan yang remang remang
dan tak jelas
oleh suatu keadaan
keadaan antara dua pilihan
mau kah kau menerima julukan itu
jelas aku tak mau
aku malu bahkan
pujian itu bukan tuk manusia
tapi …
sang al aziz lah yang berhak mendapatkannya
Kiarra Guzel Kiz
Sungguh hati ingin mengucap…
assalam yaa guzel kiz
sebuah kiasan makna
nama nan kubuatkan untukmu
sebuah nama yang kuungkapkan
kuberikan simponi di dalamnya
ku lantunkan asma yang aneh dan tidak wajar
walau kau tak tau artinya
tapi ku tau
aneh…
kata itu yang selalu kau ucap
memang aku aneh
tapi bukan aneh yang kau kira
sebuah rahasia yang tak mungkin kau pahami
rahasia dimana hanya aku dan sang kholiq yang tau
dimana permintaan hati ini
selalu menyanjung namamu
itulah mengapa
kau tak tau sampai saat ini
kiarra …
entah otak pikiran ini sudah rusak
ataukah hati ini yang telah mati
selagi nafas masih diberikan
selagi waktu yang masih tersisa
ijinkan diri ini
selalu menyambut akan kedatanganmu
walaupun cuman sebatas semenit dua menit
sepatah dua patah kata
se elok elok bidadari syurga
lebih elok senyuman yang kau berikan
secantik cantik dewi aphrodite
lebih cantik ungkapan hati yang kau berikan
hati berdegup ketika mendengar suaramu
jantung berhenti tatkala terbesit nama dipikiran
nafas tak dapat lagi kuatur ritme iramanya
wahai kiarra guzel kiz
jangan kau bunuh hati ini
dengan senjata yang sekali ucap
senjata yang lebih berbahaya dari meriam
senjata yang lebih dahsyat dari rudal atom nuklir sekalipun
senjata yang kau punya yang tak dimiliki oleh siapapun
suatu senjata yang kau namai S.E.N.Y.U.M.A.N
Senyum Persimpangan jalan
Senyum itu…
manis dan membuai jiwa
balut jilbab semakin mempercantik senyum itu
aku tau semua hanya ilusi
ilusi yang tak kan pernah kuraih
tapi dengan melihat senyuman itu
tak pernah kupikir
kenapa takdir mempertemukan
qodo dan qodar berbicara
tapi kenapa semuanya begitu fana di depan mata
semua bagaikan khayalan yang tak berujung
dekat tapi tak dapat diraih
dalam hati tersenyum
satu yang dapat tersirat
senyum yang tak dapat dilupakan oleh waktu


August 30th, 2010 | Bukan Puisi, Islam, syair | 1 Comment | Trackback